20.2.14

Worst Feeling.



Gak tau kenapa, rasanya lagi pengen banget nulis blog. Tentang beberapa hari belakangan ini yang gue rasain. #Halah

Tunggu deh, ini tuh ada yang salah sama diri gue belakangan ini kayak nya.. semacam linglung, and sometimes i just don’t know what should i do. Gue kenapa coba?

Khawatir.. tapi entah apa yang dikhawatirin. Takut.. tapi gak paham apa yang ditakutin. Semacam hal yang gak beralasan. Aneh. Iya gue ngerasa kalo diri gue sendiri aneh beberapa hari belakangan ini..
Otak sama hati sepertinya lagi bersekongkol seirama entah untuk apa dan kenapa. Kelabu..

Otak suka lancang dengan sendirinya memutar kembali ke masa yang udah lewat. Tanpa ijin, tanpa permisi. Otomatis hati jadi terpengaruh dan kebawa arus nostalgia. Jadi otak adalah dalang dari semuanya ini..

Hmm.. mungkin sebenernya gue ngerti apa yang gue rasain. Cuma mungkin gue terus menangkis dan mengelak ketika gue mulai ngerti kenapa gue ngerasain hal aneh begini. Semacam ingin lari dari kenyataan.. sulit buat mengakui semuanya.

Takut? Bisa jadi. Gengsi? Mungkin.
Takut karena kalau sampai gue mengakui semuanya, gue takut gak bisa ngendaliin lagi, hati sama kaya otak juga, suka lancang dengan sendirinya.
Gengsi juga buat ngakuin nya.. yaiya itu tandanya bumi masih berputar. #BukanCeweNamanyaKaloGakGengsian

Sulit saat harus memberi tahu diri sendiri ketika satu waktu kamu tersenyum karena memikirkan seseorang yang telah menghancurkan hatimu.

Iya, otak gue kembali kedatangan memory tentangnya..
Baik-baik kah dia disana? Bahagia? Udah nemuin sosok yang lebih baik?
Disatu sisi, gue pengen semua pertanyaan itu terjawab oleh satu kata, yaitu YA. Tapi disisi lain ada rasa cemas.. entah kenapa.

Dan entah sejak kapan gue jadi hobby untuk mengelak dari perasaan sendiri. Gue hanya sempat memastikan kalau ini adalah tindakan yang paling tepat. Seperti sugesti yang terus gue kasih buat diri gue sendiri.. gue mau sugesti ini harus mempan, sampe pada akhirnya gue bener-bener bisa terlepas dari semua bayangan itu.

Gue cuma gak ngerti kenapa beberapa moment suka terlintas tiba-tiba dalam otak gue lagi, dan seketika bikin kepikiran dan khawatir. Gue sadar betul seharusnya itu bukan menjadi hak dan kewajiban gue lagi. .

Bukan harusnya gue seneng? Ini kan yang gue mau? Tapi.. gue malah mencari, entah apa yang dicari.  Saat seharusnya gue gembira, saat itu juga sedih menjadi satu paket yang gak bisa dipisahkan dan ditawar. Keduanya dirasakan bersamaan. Kacau..

Kesal adalah ketika ingin melakukan sesuatu tapi gak bisa. Terhalang beberapa hal yang gak mugkin untuk dipaksa tembus. Takutnya hanya akan menjadi sesuatu hal yang konyol..

Yang gue tau, perjalanan gak selamanya lancar. Pasti selancar-lancarnya akan terjebak macet juga. Gak ada orang yang mau terjebak dalam kemacetan, tapi kalo memang keadaannya harus seperti itu, mau tidak mau ya harus sabar menunggu hingga kembali lancar lagi. Tapi, ada yang berjalan lurus terus namun ada yang putar balik. Ya itulah perjalanan.. gak selamanya bisa berjalan sesuai kemauan.

Tapi, ada kalanya jalan lurus kedepan lebih baik agar cepat sampai pada tujuan yang tepat. Tapi, ada juga perjalanan yang memerlukan putar balik untuk sampai pada tujuannya. Dan itu semua adalah pilihan..

Intinya sih nikmatin aja setiap perjalanan, kadang ujan dan panas yang bikin gak tahan tapi ya lalui aja biar sampe pada tujuan. Itu semua yang pengen gue lakuin, tapi susah.. berat.. terkadang gue mengeluh.. gue cape.. tapi ya inilah semua yang harus dilalui. Kembali lagi ya mau gak mau gue harus menelan semuanya. Mungkin sampe pada akhirnya akan kebal dan terbiasa..

Sampe kapan adalah pertanyaan yang selalu terlintas dalam otak gue. Kadang gue mikir, gue pengen pergi dan menetap pada tempat dimana gue belum pernah mengenal orang-orang disana dan belum pernah ada cerita di tempat itu. Semacam ingin memulai semuanya lagi dari nol.
Mungkin kalau Tuhan menghendaki, gue akan mewujudkannya suatu saat..

Saat ini hanya bisa mencoba menikmati dulu apa yang ada.. Nikmatin setiap rasa takut, khawatir, dan was-was yang semuanya tak beralasan dan gak seharusnya gue rasain.

Yang gue tau, gue hanya bisa menyerahkan segala sesuatu kedalam tanganNya, untuk segala kekhawatiran yang lagi hinggap di otak dan hati..

Good night folks! ;))




vee.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar