Gak
tau kenapa, rasanya lagi pengen banget nulis blog. Tentang beberapa hari
belakangan ini yang gue rasain. #Halah
Tunggu
deh, ini tuh ada yang salah sama diri gue belakangan ini kayak nya.. semacam
linglung, and sometimes i just don’t know what should i do. Gue kenapa coba?
Khawatir..
tapi entah apa yang dikhawatirin. Takut.. tapi gak paham apa yang ditakutin.
Semacam hal yang gak beralasan. Aneh. Iya gue ngerasa kalo diri gue sendiri
aneh beberapa hari belakangan ini..
Otak
sama hati sepertinya lagi bersekongkol seirama entah untuk apa dan kenapa.
Kelabu..
Otak
suka lancang dengan sendirinya memutar kembali ke masa yang udah lewat. Tanpa
ijin, tanpa permisi. Otomatis hati jadi terpengaruh dan kebawa arus nostalgia.
Jadi otak adalah dalang dari semuanya ini..
Hmm..
mungkin sebenernya gue ngerti apa yang gue rasain. Cuma mungkin gue terus
menangkis dan mengelak ketika gue mulai ngerti kenapa gue ngerasain hal aneh
begini. Semacam ingin lari dari kenyataan.. sulit buat mengakui semuanya.
Takut?
Bisa jadi. Gengsi? Mungkin.
Takut
karena kalau sampai gue mengakui semuanya, gue takut gak bisa ngendaliin lagi,
hati sama kaya otak juga, suka lancang dengan sendirinya.
Gengsi
juga buat ngakuin nya.. yaiya itu tandanya bumi masih berputar.
#BukanCeweNamanyaKaloGakGengsian
Sulit
saat harus memberi tahu diri sendiri ketika satu waktu kamu tersenyum karena
memikirkan seseorang yang telah menghancurkan hatimu.
Iya,
otak gue kembali kedatangan memory tentangnya..
Baik-baik
kah dia disana? Bahagia? Udah nemuin sosok yang lebih baik?
Disatu
sisi, gue pengen semua pertanyaan itu terjawab oleh satu kata, yaitu YA. Tapi
disisi lain ada rasa cemas.. entah kenapa.
Dan
entah sejak kapan gue jadi hobby untuk mengelak dari perasaan sendiri. Gue
hanya sempat memastikan kalau ini adalah tindakan yang paling tepat. Seperti
sugesti yang terus gue kasih buat diri gue sendiri.. gue mau sugesti ini harus
mempan, sampe pada akhirnya gue bener-bener bisa terlepas dari semua bayangan
itu.
Gue
cuma gak ngerti kenapa beberapa moment suka terlintas tiba-tiba dalam otak gue
lagi, dan seketika bikin kepikiran dan khawatir. Gue sadar betul seharusnya itu
bukan menjadi hak dan kewajiban gue lagi. .
Bukan
harusnya gue seneng? Ini kan yang gue mau? Tapi.. gue malah mencari, entah apa
yang dicari. Saat seharusnya gue
gembira, saat itu juga sedih menjadi satu paket yang gak bisa dipisahkan dan
ditawar. Keduanya dirasakan bersamaan. Kacau..
Kesal
adalah ketika ingin melakukan sesuatu tapi gak bisa. Terhalang beberapa hal
yang gak mugkin untuk dipaksa tembus. Takutnya hanya akan menjadi sesuatu hal
yang konyol..
Yang
gue tau, perjalanan gak selamanya lancar. Pasti selancar-lancarnya akan
terjebak macet juga. Gak ada orang yang mau terjebak dalam kemacetan, tapi kalo
memang keadaannya harus seperti itu, mau tidak mau ya harus sabar menunggu
hingga kembali lancar lagi. Tapi, ada yang berjalan lurus terus namun ada yang
putar balik. Ya itulah perjalanan.. gak selamanya bisa berjalan sesuai kemauan.
Tapi,
ada kalanya jalan lurus kedepan lebih baik agar cepat sampai pada tujuan yang
tepat. Tapi, ada juga perjalanan yang memerlukan putar balik untuk sampai pada
tujuannya. Dan itu semua adalah pilihan..
Intinya
sih nikmatin aja setiap perjalanan, kadang ujan dan panas yang bikin gak tahan
tapi ya lalui aja biar sampe pada tujuan. Itu semua yang pengen gue lakuin,
tapi susah.. berat.. terkadang gue mengeluh.. gue cape.. tapi ya inilah semua
yang harus dilalui. Kembali lagi ya mau gak mau gue harus menelan semuanya.
Mungkin sampe pada akhirnya akan kebal dan terbiasa..
Sampe
kapan adalah pertanyaan yang selalu terlintas dalam otak gue. Kadang gue mikir,
gue pengen pergi dan menetap pada tempat dimana gue belum pernah mengenal
orang-orang disana dan belum pernah ada cerita di tempat itu. Semacam ingin
memulai semuanya lagi dari nol.
Mungkin
kalau Tuhan menghendaki, gue akan mewujudkannya suatu saat..
Saat
ini hanya bisa mencoba menikmati dulu apa yang ada.. Nikmatin setiap rasa
takut, khawatir, dan was-was yang semuanya tak beralasan dan gak seharusnya gue
rasain.
Yang
gue tau, gue hanya bisa menyerahkan segala sesuatu kedalam tanganNya, untuk
segala kekhawatiran yang lagi hinggap di otak dan hati..
Good
night folks! ;))
vee.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar