8.2.14

Every Day Had Its Own Surprises.



Bulan ini ada beberapa kejadian yang cukup bikin gue tercengang heran dan buat gue berkata, “Kok bisa ya?” ..
Iya, bener-bener heran gak nyangka. Pernah kepikiran bahkan terlintas dalam otak pun engga kayanya.. tapi terjadi begitu aja.

Emang bener, apa yang gak pernah di denger, di lihat, yang tibul dalam pikiran dan hati.. semua disediain sama Tuhan buat orang yang mengandalkanNya.
At least, i’m truly grateful to everything that happens in my life! Thanks My Lord Jesus!!

Sore tadi, gue mendapat sebuah bbm dari seorang anak lelaki yang masih duduk di bangku SMP. Bukan, dia bukan mau modusin gue.. Tapi dia adalah adik dari seseorang yang pernah jadi bagian cerita dalam hidup gue.
Isi pesannya kurang lebih mengatakan, “Ci, mama invite cici lagi.”
Sepintas, ga ada yang aneh dari isi sebuah pesan tersebut. Kemudian gue berpikir, pasti ada sesuatu yang penting.
Dan kemudian benar..

Gue gak ngerti gue harus seneng atau sedih. Gue cuma mikir, seharusnya ini bukan menjadi bagian dari urusan gue lagi. Tapi, karena sebuah hubungan yang cukup dekat dengan mama nya, gue memutuskan untuk menanggapinya dengan cukup baik.

Awalnya, sama seperti sebuah percakapan kedua orang yang sudah cukup lama tidak bertemu. Iya, gue memang merindukan Beliau. Namun pada pertengahan, apa lagi yang akan dibahas kalau tidak menyangkut tentang “Dia”? Iya, lagi-lagi Beliau mencurahkan isi perasaannya ke gue tentang anaknya yang satu itu. Beliau sudah cukup lelah menghadapi sikap anak lelaki pertamanya itu.
Kalau orang tua saja lelah, bagaimana dengan gue? Sama. Oleh karena itu gue menyudahi semuanya beberapa bulan lalu.

Itu salah satu alasannya gue menyerah.. gue gak sanggup dengan segala tingkah lakunya. Terlalu banyak kesempatan yang terbuang sia-sia. Menghabiskan waktu dengan percuma.

Cukup prihatin dengan kabar yang gue dengar dari Beliau tentangnya. Namun gue pun sudah sampai kehabisan akal, bagaimana lagi cara untuk membuatnya sadar? Gue benar-benar sudah angkat tangan.

Disisi lain gue yang bukan anak dari orang tuanya, cukup kasihan dan pengen bantu. Tapi apa yang gue bisa? Gue udah gak memiliki hubungan apa-apa dengan nya. Lebih tepatnya gue hanya tidak ingin berkomunikasi lagi, hanya takut semuanya berlanjut lagi.

At least, gue cuma bisa berdoa untuk segala sesuatu yang terbaik untuk keluarganya. Gue gak akan mungkin membicarakan semua yang gue tau ke Beliau. Takut-takut hanya akan membuatnya tambah pusing dan sedih. Gue rasa cukup dengan gue keep aja, dan sedikit menghibur Beliau.

Gue bener-bener gak ngerti apa yang dalam pikiran seorang anak lelaki pertama dalam keluarganya yang hampir berumur kepala dua itu. Gue fikir, setelah gue meninggalkannya, dia akan berubah dan jauh lebih baik tanpa gue. Tapi yang ada malah semakin menjadi..
Bener-bener gak ada tujuan hidup dalam diri dia sepertinya. Hhh..

Semoga aja suatu saat akan ada waktunya dia benar-benar sadar akan semua hal yang sedang dilakukan dan pernah dilakukannya. Yap, i wish..

Dan............... tiba-tiba gue jadi kangen sama dede gembul itu. Iya, ade nya yang paling kecil.. gadis kecil yang lucu banget. Inget kalo dulu pergi kemana-mana pasti kalo ada si dede ndut, dia maunya duduk didepan sama gue. Lucuk banget pokonya <3
Gue cuma berharap akan ada waktu buat main dan bercanda lagi sama dede ndut. Hihi..

And then, itu semua adalah salah satu hal yang cukup buat gue terkejut di bulan ini. Ada hal lain yang gak gue ceritain disini. Dan semoga masih ada hal-hal mengejutkan lainnya yang akan terjadi di bulan ini atau bahkan di sepanjang tahun ini. #AMENNNN


vee.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar