10.10.14

Ketegasan Membawa Perubahan Untuk Jakarta




Pria dengan bentuk wajah bulat dan kulit berwarna putih ini sudah terkenal dengan sifat kepemimpinannya yang tegas. Mata sipitnya yang selalu menggunakan kacamata berjenis frameless classy, sudah dapat menggambarkan dari mana asal pria ini. Sifatnya yang terkenal galak, tak jarang membuat orang lain menjadi segan.

Kemeja batik berwarna cokelat dan perpanduan celana panjang berwarna hitam pekat digunakan pria keturunan Tionghoa ini dalam kesempatan wawancara pada salah satu program televisi. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh sang reporter dengan tepat pada sasaran. Sifat kompetennya sangat terlihat pada setiap kata-kata yang diucapkannya. Ya, itulah sosok Basuki Tjahaja Purnama yang sudah biasa disapa dengan Ahok.

Pada suatu ruangan yang terbilang cukup luas dan terasa suasana santai, wanita yang memiliki rambut panjang dan bibir tipis itu memberikan pertanyaan demi pertanyaan kepada Ahok. Ia terlihat menyimak dengan baik setiap jawaban yang dilayangkan oleh Ahok. Sang reporter yang diketahui bernama Cheryil Tarzil itu bukan hanya menggambarkan sebagai sosok wanita dengan paras cantik saja, tapi juga mempunyai pengetahuan yang luas.

Siapa yang menyangka dibalik sikapnya yang tegas, pria berkacamata ini memiliki jiwa yang perduli terhadap orang-orang miskin diluar sana. Rasa empati yang cukup kuat ingin menolong orang-orang miskin itu membuatnya termotivasi untuk menjadi salah satu bagian dari pemerintahan. Niatnya tak pernah jauh dari tekad untuk merubah Jakarta menjadi lebih baik.

Sosok yang terkenal galak dan selalu jujur itu tak jarang memarahi bawahannya yang tertangkap tidak melakukan pekerjaannya dengan benar. Ia tidak segan untuk memaki-maki bahkan hingga memecat langsung para pegawai yang tidak jujur. Ia tak memandang bulu dalam memperingati setiap kesalahan yang dibuat oleh bawahannya.

Tapi siapa yang menyangka kalau sosok tegas dan galaknya tersebut menjadikannya mempunyai kharisma yang ditakuti tapi sekaligus menjadi idola banyak orang? Ya, Ahok sudah berhasil menjadi salah satu idola yang dikagumi rakyat karena sikapnya yang berani jujur. Sosok yang sudah jarang bisa ditemui dalam bagian pemeritahan itu tentu wajar banyak disukai oleh orang-orang.

Pria yang menjadi orang No.1 berkuasa atas DKI Jakarta ini mengaku bukan berambisi dalam politik maupun menjadi konglomerat yang mempunyai gunung, pulau-pulau, dan tempat hebat lainnya. Ia menjalani sekolah hingga jenjang yang tinggi, hanya untuk mendapatkan sebuah gelar agar dapat menjadi salah satu bagian dalam pemerintahan.

“Kata ayah saya sebelum meninggal, kalau ingin membantu orang-orag miskin, saya harus menjadi salah satu bagian dari pemerintahan dahulu.” ucap pria kelahiran 29 Juni 1966 itu. Sepenggal kalimat yang ia ingat dari Ayahnya dahulu mejadikan dirinya termotivasi. Dari awal harapannya yang hanya ingin mempunyai Bupati yang dapat bekerja dengan baik.  

Ia juga mengaku termasuk salah satu orang yang setuju dalam metode Pemilihan Langsung. "Saya bisa jadi Bupati karena dipilih DPR langsung." ucapnya dengan nada sedikit bercanda namun penuh arti. Karena menurutnya cara tersebut lebih efektiv karena para atasan sudah bisa menilai kinerjanya terlebih dahulu sehingga bisa memilih langsung.

Sebagai wakil gubernur DKI, Ahok juga sudah mempunyai rencana akan membenahi sistem transportasi dengan memperbanyak jumlah busway sampai seribu unit yang diperuntukkan khusus bagi orang cacat, anak-anak dan perempuan. Bahkan monorel serta kereta gratis yang menghubungkan Blok M sampai Monas juga akan diadakan. Meski sudah menjadi orang nomor satu di ibukota dia tetap tampil sederhana. Ahok mengaku tidak pernah pusing memikirkan pakaian dan sepatu yang dipakainya hanya itu-itu saja setiap waktu.

“Tahun depan kalau ada PNS yang bekerja tidak becus, akan langsung diturunkan menjadi staff.” sepenggal kalimat pedas yang diucapkan lagi dari mulut pria kelahiran Manggar, Belitung Timur itu. Ia tidak perduli para PNS mau ribut atau protes, karena sudah banyak PNS yang tertangkap basah berkeliaraan dan tidak berada dikantor pada saat jam kerja.

Pria yang sejak keluar dari partai Gerindra itu juga mengaku sudah tidak memusingkan partai. “Ngapain ngurusin partai, cape.. Ngurus Jakarta aja udah cape.” ujar Ahok. Ia tidak mau memperdulikan hal-hal yang dianggap banyak kecurangan dan kepalsuan dalam partai-partai.


Ketegasannya seringkali disepelekan bahkan disalah artikan oleh orang-orang. Padahal ketegasannya hanya untuk membuat perubahan yang jauh lebih baik di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar