Pria dengan bentuk wajah bulat dan kulit berwarna putih
ini sudah terkenal dengan sifat kepemimpinannya yang tegas. Mata sipitnya yang
selalu menggunakan kacamata berjenis frameless
classy, sudah dapat menggambarkan dari mana asal pria ini. Sifatnya yang
terkenal galak, tak jarang membuat orang lain menjadi segan.
Kemeja batik berwarna
cokelat dan perpanduan celana panjang berwarna hitam pekat digunakan pria
keturunan Tionghoa ini dalam kesempatan wawancara pada salah satu program
televisi. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh sang reporter
dengan tepat pada sasaran. Sifat kompetennya sangat terlihat pada setiap kata-kata
yang diucapkannya. Ya, itulah sosok Basuki Tjahaja
Purnama yang sudah biasa disapa dengan Ahok.
Pada suatu
ruangan yang terbilang cukup luas dan terasa suasana santai, wanita yang
memiliki rambut panjang dan bibir tipis itu memberikan pertanyaan demi
pertanyaan kepada Ahok. Ia terlihat menyimak dengan baik setiap jawaban yang
dilayangkan oleh Ahok. Sang reporter yang diketahui bernama Cheryil Tarzil itu
bukan hanya menggambarkan sebagai sosok wanita dengan paras cantik saja, tapi
juga mempunyai pengetahuan yang luas.
Siapa yang
menyangka dibalik sikapnya yang tegas, pria berkacamata ini memiliki jiwa yang
perduli terhadap orang-orang miskin diluar sana. Rasa empati yang cukup kuat ingin
menolong orang-orang miskin itu membuatnya termotivasi untuk menjadi salah satu
bagian dari pemerintahan. Niatnya tak pernah jauh dari tekad untuk merubah
Jakarta menjadi lebih baik.
Sosok yang terkenal galak
dan selalu jujur itu tak jarang memarahi bawahannya yang tertangkap tidak melakukan
pekerjaannya dengan benar. Ia tidak segan untuk memaki-maki bahkan hingga
memecat langsung para pegawai yang tidak jujur. Ia tak memandang bulu dalam
memperingati setiap kesalahan yang dibuat oleh bawahannya.
Tapi siapa yang menyangka
kalau sosok tegas dan galaknya tersebut menjadikannya mempunyai kharisma yang
ditakuti tapi sekaligus menjadi idola banyak orang? Ya, Ahok sudah
berhasil menjadi salah satu idola yang dikagumi rakyat karena sikapnya yang
berani jujur. Sosok yang sudah jarang bisa ditemui dalam bagian pemeritahan itu
tentu wajar banyak disukai oleh orang-orang.
Pria yang menjadi
orang No.1 berkuasa atas DKI Jakarta ini mengaku bukan berambisi dalam politik
maupun menjadi konglomerat yang mempunyai gunung, pulau-pulau, dan tempat hebat
lainnya. Ia menjalani sekolah hingga jenjang yang tinggi, hanya untuk
mendapatkan sebuah gelar agar dapat menjadi salah satu bagian dalam
pemerintahan.
“Kata ayah saya
sebelum meninggal, kalau ingin membantu orang-orag miskin, saya harus menjadi
salah satu bagian dari pemerintahan dahulu.” ucap pria kelahiran 29 Juni 1966
itu. Sepenggal kalimat yang ia ingat dari Ayahnya dahulu mejadikan dirinya
termotivasi. Dari awal harapannya yang hanya ingin mempunyai Bupati yang dapat
bekerja dengan baik.
Ia juga mengaku termasuk
salah satu orang yang setuju dalam metode Pemilihan Langsung. "Saya bisa jadi Bupati
karena dipilih DPR langsung." ucapnya dengan nada sedikit bercanda namun
penuh arti. Karena menurutnya cara tersebut lebih efektiv karena para atasan sudah bisa
menilai kinerjanya terlebih dahulu sehingga bisa memilih langsung.
Sebagai wakil gubernur DKI, Ahok
juga sudah mempunyai rencana akan membenahi sistem transportasi dengan
memperbanyak jumlah busway sampai seribu unit yang diperuntukkan khusus bagi
orang cacat, anak-anak dan perempuan. Bahkan monorel serta kereta gratis yang
menghubungkan Blok M sampai Monas juga akan diadakan. Meski sudah menjadi orang nomor satu di ibukota dia tetap tampil
sederhana. Ahok mengaku tidak pernah pusing memikirkan pakaian dan sepatu yang
dipakainya hanya itu-itu saja setiap waktu.
“Tahun depan kalau ada PNS yang bekerja
tidak becus, akan langsung diturunkan menjadi staff.” sepenggal kalimat pedas
yang diucapkan lagi dari mulut pria kelahiran Manggar, Belitung Timur itu. Ia
tidak perduli para PNS mau ribut atau protes, karena sudah banyak PNS yang
tertangkap basah berkeliaraan dan tidak berada dikantor pada saat jam kerja.
Pria yang sejak
keluar dari partai Gerindra itu juga mengaku sudah tidak memusingkan partai. “Ngapain
ngurusin partai, cape.. Ngurus Jakarta aja udah cape.” ujar Ahok. Ia tidak mau memperdulikan
hal-hal yang dianggap banyak kecurangan dan kepalsuan dalam partai-partai.
Ketegasannya
seringkali disepelekan bahkan disalah artikan oleh orang-orang. Padahal
ketegasannya hanya untuk membuat perubahan yang jauh lebih baik di Jakarta.