Ahok
Ancam Cabut Trayet Mikrolet Bikin Macet Tanah Abang
JAKARTA,
KOMPAS.com - Kemacetan di kawasan
Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih menjadi pembahasan Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta.
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, kemacetan di kawasan Tanah Abang itu disebabkan angkutan umum seperti mikrolet yang terbiasa menghentikan kendaraannya di sembarang tempat.
"Macet di sana bukan karena PKL (pedagang kaki lima), tapi angkot yang ngetem," kata Basuki di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).
Demi menertibkan kawasan pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut, pria yang akrab disapa Ahok itu sudah memanggil pengusaha mikrolet untuk sosialisasi terkait ngetemnya angkutan umum di area luar Pasar Tanah Abang.
Namun, bila sosialisasi berbentuk peringatan itu tak kunjung memperbaiki kondisi di Tanah Abang, Ahok akan mencabut trayek mikrolet tersebut.
"Kita sudah panggil pengusaha mikrolet. Kalau Anda masih seperti itu sudah diberi peringatan-peringatan juga, kita akan cabut trayek Anda," ucap Ahok.
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, kemacetan di kawasan Tanah Abang itu disebabkan angkutan umum seperti mikrolet yang terbiasa menghentikan kendaraannya di sembarang tempat.
"Macet di sana bukan karena PKL (pedagang kaki lima), tapi angkot yang ngetem," kata Basuki di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).
Demi menertibkan kawasan pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut, pria yang akrab disapa Ahok itu sudah memanggil pengusaha mikrolet untuk sosialisasi terkait ngetemnya angkutan umum di area luar Pasar Tanah Abang.
Namun, bila sosialisasi berbentuk peringatan itu tak kunjung memperbaiki kondisi di Tanah Abang, Ahok akan mencabut trayek mikrolet tersebut.
"Kita sudah panggil pengusaha mikrolet. Kalau Anda masih seperti itu sudah diberi peringatan-peringatan juga, kita akan cabut trayek Anda," ucap Ahok.
What : Ahok Ancam Cabut Trayek Mikrolet Bikin
Macet Tanah Abang
When : Selasa (2/9/2014)
Where : Balaikota,
Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat
Who : Basuki Tjhaja Purnama
Why : Kemacetan di kawasan Tanah Abang itu
disebabkan angkutan umum seperti mikrolet yang terbiasa menghentikan
kendaraannya di sembarang tempat.
How : Demi menertibkan kawasan pusat grosir
terbesar se-Asia Tenggara tersebut, pria yang akrab disapa Ahok itu sudah
memanggil pengusaha mikrolet untuk sosialisasi terkait ngetemnya angkutan umum
di area luar Pasar Tanah Abang.
Namun, bila sosialisasi berbentuk peringatan itu tak kunjung memperbaiki kondisi di Tanah Abang, Ahok akan mencabut trayek mikrolet tersebut.
Namun, bila sosialisasi berbentuk peringatan itu tak kunjung memperbaiki kondisi di Tanah Abang, Ahok akan mencabut trayek mikrolet tersebut.
Pengacara Assyifa Anggap Dakwaan Pembunuhan Berencana Tidak Tepat
JAKARTA,
KOMPAS.com - Pengacara Assyifa
Ramadhani, Syafri Noer, mengatakan akan menyiapkan beberapa pembelaan untuk
menanggapi isi dakwaan yang dibuat jaksa penuntut umum. Dakwaan tersebut
terkait pembunuhan yang dilakukan Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani
terhadap Ade Sara Angelina Suroto.
"Ada beberapa hal. Terutama terhadap pencantuman Pasal 340 sebagai dakwaan primer," ujar Syafri Noer di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).
Menurut Syafri, pencantuman Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana sebagai dakwaan primer tidak tepat. Hal ini karena dalam surat dakwaan tidak tercantum detail percakapan yang menunjukan perencanaan membunuh oleh kedua tersangka.
Perencanan itu tidak tertulis lengkap dalam dakwaan. Adanya hanya kronologi penculikan. Selain itu, Syafri juga mengeluhkan soal tidak jelasnya pelaku utama dan pelaku penyerta.
Jaksa penuntut umum juga memisahkan kasus kedua tersangka menjadi dua kasus terpisah. Sehingga, satu tersangka akan menjadi saksi bagi tersangka yang lain.
"Ini saksi mahkota namanya. Walau disumpah, dia juga seorang tersangka yang akan membela kepentingan sendiri," ujar Syafri.
"Ada beberapa hal. Terutama terhadap pencantuman Pasal 340 sebagai dakwaan primer," ujar Syafri Noer di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).
Menurut Syafri, pencantuman Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana sebagai dakwaan primer tidak tepat. Hal ini karena dalam surat dakwaan tidak tercantum detail percakapan yang menunjukan perencanaan membunuh oleh kedua tersangka.
Perencanan itu tidak tertulis lengkap dalam dakwaan. Adanya hanya kronologi penculikan. Selain itu, Syafri juga mengeluhkan soal tidak jelasnya pelaku utama dan pelaku penyerta.
Jaksa penuntut umum juga memisahkan kasus kedua tersangka menjadi dua kasus terpisah. Sehingga, satu tersangka akan menjadi saksi bagi tersangka yang lain.
"Ini saksi mahkota namanya. Walau disumpah, dia juga seorang tersangka yang akan membela kepentingan sendiri," ujar Syafri.
What : Pengacara Assyifa Anggap Dakwaan Pembunuhan
Berencana Tidak Tepat
When : Selasa (2/9/2014)
Where : Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat
Who : Syafri Noer, Pengacara Assyifa Ramadhani
Why : Karena dalam surat dakwaan tidak tercantum
detail percakapan yang menunjukan perencanaan membunuh oleh kedua tersangka.
How : Pengacara Assyifa Ramadhani, Syafri Noer,
mengatakan akan menyiapkan beberapa
pembelaan untuk menanggapi isi dakwaan yang dibuat jaksa
penuntut umum. Dakwaan tersebut terkait pembunuhan yang dilakukan Ahmad Imam Al
Hafitd dan Assyifa Ramadhani terhadap Ade Sara Angelina Suroto.
Bertemu Jokowi, Hatta Mengaku Hanya Ucapkan Selamat
BOGOR,
KOMPAS.com —Calon wakil presiden
Hatta Rajasa mengaku hanya mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Joko
Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Nasdem Surya
Paloh di Jakarta, Senin (1/9/2014) malam.
"Jadi, itu saya
bersilaturahim. Saya sampaikan selamat Pak Jokowi, sudah selesai di MK
(Mahkamah Konstitusi) dan kami mendoakan bangsa kita ini maju," ucap Hatta
seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor,
Selasa (2/9/2014).
Hatta mengaku dirinya
menyampaikan kepada Jokowi untuk sama-sama membangun etika berkompetisi yang
sehat.
"Selesai
kompetisi, selesai. Hormati keputusan MK, mari kita sama-sama bangun bangsa
ini," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.
Sejumlah perwakilan
parpol koalisi bertemu dengan Presiden SBY. Di dalam pertemuan yang tidak
dihadiri Prabowo Subianto itu, SBY dan Koalisi Merah Putih sepakat untuk
menjadi penyeimbang untuk melakukan fungsi check and balances terhadap
pemerintahan Jokowi-JK.
Sebelum pertemuan ini
dilakukan, Hatta sempat tertangkap kamera wartawan bertemu dengan Jokowi tadi
malam.
What : Bertemu Jokowi, Hatta mengaku hanya
mengucapkan selamat.
When : Senin
(1/9/2014) malam
Where : Kediaman Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh
di Jakarta
Who : Hatta Rajassa
Why : Hatta mengaku dirinya menyampaikan kepada
Jokowi untuk sama-sama membangun etika berkompetisi yang sehat.
How : Sejumlah perwakilan parpol koalisi bertemu
dengan Presiden SBY. Di dalam pertemuan yang tidak dihadiri Prabowo Subianto
itu, SBY dan Koalisi Merah Putih sepakat untuk menjadi penyeimbang untuk
melakukan fungsi check and balances terhadap pemerintahan Jokowi-JK.
Sebelum pertemuan ini dilakukan, Hatta sempat tertangkap
kamera wartawan bertemu dengan Jokowi tadi malam