17.4.14

Pelabuhan, Jangkar, Ombak.


Selamat malam semesta..
Udah lama gak coret-coret blog. Kali ini mau sedikit menumpahkan dan meluapkan apa yang dirasa beberapa hari belakangan ini aja deh.. Nyimak yuk mareeee..

Hmm, semester 2 gak berasa sekarang lagi ngejalanin uts. Sekilas gak ada yang beda sih, sama kaya ujian-ujian sebelumnya. Mungkin yang ngebuat beda cuma berhadapan dengan wajah-wajah baru di semester ini. Seru.. asik.. berhadapan dengan setiap karakter baru. Belajar. Iya, belajar buat mengerti setiap karakter orang lain yang berbeda-beda. Unik..

Karena memang setiap orang pasti beda kan? Gak akan ada yang sama. Diciptakan dengan keunikannya masing-masing.. Limited edition :)

Sometimes.. ngerasa waktu berjalan lambat banget. Ngerasa ketika pengen buru-buru capai tujuan tapi belum sampe-sampe, karena kenyataannya memang harus mengikuti proses terlebih dahulu.

But, sometimes ngerasa berjalan cepeeet banget.. kenapa? Ketika gue menengok lagi kebelakang dengan keadaan gue di detik ini, saat ini.
It’s so amazing..
Ada rasa gak percaya kalau gue bisa melewati semua yang pernah ada dan bisa berdiri tegap sampe saat ini. Percaya atau engga, ketika kalian udah berhasil melewati suatu persoalan, kalian akan ngerasa kalau itu semua hanya persoalan kecil.

Filosofi simple nya gini..

“ Saat lo pengen naik gunung, lo nanjak sekuat tenaga, cape memang.. Tapi ketika lo udah sampe puncak gunung dan melihat kebawah, lo akan melihat bahwa semuanya itu kecil. “


Iyah, sama kaya masalah. Awalnya emang harus work hard buat ngelewatin semuanya. Tapi, saat udah berhasil, masalah itu bukan sesuatu hal yang besar lagi.

Persoalan yang pernah gue hadapi buat gue pribadi itu besar. Bahkan, ada saat dimana gue sempet ngerasa kalo gue gak yakin bisa ngelewatin, bisa ngelanjutin semuanya sendiri, tetap berdiri dengan kepala tegap melihat ke depan dan optimis.
Itu semua sempat menjadi keraguan gue.. tapi pada akhirnya Tuhan yang memampukan gue hingga saat ini. Masih bisa berani menghadapi dunia dengan lantang dan selengkung senyuman disetiap harinya.

Mungkin gue hanya sebagian orang yang mempunyai kisah miris dan tetap tau bagaimana caranya untuk tetap bahagia.

Gue fikir, kalau gue menyalahkan keadaan, menyesali semua yang telah terjadi berlarut-larut, mencacimaki seseorang, apa bisa memperbaiki semua yang udah terjadi? Engga sama sekali. Sia-sia ajah cuma buang tenaga dan waktu dengan percuma.

Dan kabarnya adalah.. gue masih menikmati setiap proses rasa sakit ini yang gue percaya ini akan membuat satu langkah gue menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Yes, of course ;)

Samar-samar gue ngerasa tugas gue hampir selesai. Menunggu meski tak secara langsung mengantarnya hingga ia mendapat sebuah pelabuhan..
Satu yang aku harap, pelabuhanmu tak akan salah dan kau akan betah disana. Aku ingin melihat lengkungan senyummu akan lebih melebar pada pelabuhanmu saat ini.
Hingga pada suatu hari aku akan mendengar sebuah kabar gembira yang tak akan terjelaskan rasanya..
Mungkin hanya kata-kataku yang masih abadi sampai saat ini, kata-katamu telah tertiup angin yang megantarkanmu sampai dipelabuhan itu.
Jika memang pelabuhanmu saat ini yang dapat membuatmu merasa ‘kamu adalah kamu yang sebenarnya’, aku bersyukur..
Itu berarti, kau berlabuh ditempat yang tepat :)

Kini aku hanya ingin jangkarmu lekas terlepas dari diriku sepenuhnya. Dan biarkan aku melanjutkan perjalananku sendiri sembari mengumpulkan, menata dan meneguhkan kembali tujuan hidupku.
Mungkin aku akan berlabuh, namun aku ingin ombak besar yang membawaku hingga aku kehilangan jejak jangkar itu. Karena untuk menghilangkan jejak itu tak semudah mengapus air pada cermin..
Tapi, satu yang pasti, kelegaanku telah terjawab..
Barjanjilah untuk bahagia dipelabuhanmu saat ini dan aku harap kau tak akan menebarkan jangkarmu dengan leluasa lagi untuk pelabuhan-pelabuhan lainnya.

Terimakasih untuk jangkar yang pernah kau terbarkan padaku, aku tak menyesal pernah terperangkap didalamnya.

Setidaknya aku pernah berguna untukmu :)


vee.