Selamat malam semesta..
Udah lama gak
coret-coret blog. Kali ini mau sedikit menumpahkan dan meluapkan apa yang
dirasa beberapa hari belakangan ini aja deh.. Nyimak yuk mareeee..
Hmm, semester 2 gak
berasa sekarang lagi ngejalanin uts. Sekilas gak ada yang beda sih, sama kaya
ujian-ujian sebelumnya. Mungkin yang ngebuat beda cuma berhadapan dengan
wajah-wajah baru di semester ini. Seru.. asik.. berhadapan dengan setiap
karakter baru. Belajar. Iya, belajar buat mengerti setiap karakter orang lain
yang berbeda-beda. Unik..
Karena memang
setiap orang pasti beda kan? Gak akan ada yang sama. Diciptakan dengan
keunikannya masing-masing.. Limited edition :)
Sometimes.. ngerasa
waktu berjalan lambat banget. Ngerasa ketika pengen buru-buru capai tujuan tapi
belum sampe-sampe, karena kenyataannya memang harus mengikuti proses terlebih
dahulu.
But, sometimes ngerasa
berjalan cepeeet banget.. kenapa? Ketika gue menengok lagi kebelakang dengan
keadaan gue di detik ini, saat ini.
It’s so amazing..
Ada rasa gak
percaya kalau gue bisa melewati semua yang pernah ada dan bisa berdiri tegap
sampe saat ini. Percaya atau engga, ketika kalian udah berhasil melewati suatu
persoalan, kalian akan ngerasa kalau itu semua hanya persoalan kecil.
Filosofi simple nya
gini..
“ Saat lo pengen
naik gunung, lo nanjak sekuat tenaga, cape memang.. Tapi ketika lo udah sampe
puncak gunung dan melihat kebawah, lo akan melihat bahwa semuanya itu kecil. “
Iyah, sama kaya
masalah. Awalnya emang harus work hard buat ngelewatin semuanya. Tapi, saat
udah berhasil, masalah itu bukan sesuatu hal yang besar lagi.
Persoalan yang
pernah gue hadapi buat gue pribadi itu besar. Bahkan, ada saat dimana gue
sempet ngerasa kalo gue gak yakin bisa ngelewatin, bisa ngelanjutin semuanya
sendiri, tetap berdiri dengan kepala tegap melihat ke depan dan optimis.
Itu semua sempat
menjadi keraguan gue.. tapi pada akhirnya Tuhan yang memampukan gue hingga saat
ini. Masih bisa berani menghadapi dunia dengan lantang dan selengkung senyuman
disetiap harinya.
Mungkin gue hanya
sebagian orang yang mempunyai kisah miris dan tetap tau bagaimana caranya untuk
tetap bahagia.
Gue fikir, kalau
gue menyalahkan keadaan, menyesali semua yang telah terjadi berlarut-larut,
mencacimaki seseorang, apa bisa memperbaiki semua yang udah terjadi? Engga sama
sekali. Sia-sia ajah cuma buang tenaga dan waktu dengan percuma.
Dan kabarnya
adalah.. gue masih menikmati setiap proses rasa sakit ini yang gue percaya ini
akan membuat satu langkah gue menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Yes,
of course ;)
Samar-samar gue
ngerasa tugas gue hampir selesai. Menunggu meski tak secara langsung mengantarnya
hingga ia mendapat sebuah pelabuhan..
Satu yang aku
harap, pelabuhanmu tak akan salah dan kau akan betah disana. Aku ingin melihat
lengkungan senyummu akan lebih melebar pada pelabuhanmu saat ini.
Hingga pada suatu
hari aku akan mendengar sebuah kabar gembira yang tak akan terjelaskan rasanya..
Mungkin hanya
kata-kataku yang masih abadi sampai saat ini, kata-katamu telah tertiup angin
yang megantarkanmu sampai dipelabuhan itu.
Jika memang
pelabuhanmu saat ini yang dapat membuatmu merasa ‘kamu adalah kamu yang
sebenarnya’, aku bersyukur..
Itu berarti, kau
berlabuh ditempat yang tepat :)
Kini aku hanya
ingin jangkarmu lekas terlepas dari diriku sepenuhnya. Dan biarkan aku
melanjutkan perjalananku sendiri sembari mengumpulkan, menata dan meneguhkan
kembali tujuan hidupku.
Mungkin aku akan
berlabuh, namun aku ingin ombak besar yang membawaku hingga aku kehilangan
jejak jangkar itu. Karena untuk menghilangkan jejak itu tak semudah mengapus
air pada cermin..
Tapi, satu yang
pasti, kelegaanku telah terjawab..
Barjanjilah untuk
bahagia dipelabuhanmu saat ini dan aku harap kau tak akan menebarkan jangkarmu
dengan leluasa lagi untuk pelabuhan-pelabuhan lainnya.
Terimakasih untuk
jangkar yang pernah kau terbarkan padaku, aku tak menyesal pernah terperangkap
didalamnya.
Setidaknya aku
pernah berguna untukmu :)
vee.