17.3.14

Hujan..



Ia tau dengan baik kisahku terdahulu. Sampai saat ini, ia tetap menjadi saksi bisu tentang cerita yang pernah ada..

Saat kala ia datang dengan rintiknya perlahan seakan penuh maksud, pikiranku kedatangan sebuah memori yang sama.. sama persis saat aku mencoba menghapus semuanya namun masih sulit.

Aku, masih teringat kisahku pada saat-saat dimana seakan aku dipaksa untuk mengingatnya lagi meski aku tak ingin.. aku seperti tak ada kekuatan untuk melawannya.

Mungkin aku sudah tak mengetahui bagaimana keadaan objek, namun yang aku tau kisahku masih tertata dan tersimpan rapih pada tempatnya. Dan akupun masih tak paham betul, kisahku akan berlanjut dengan objek sama atau dengan objek yang berbeda dan membuat kisah yang berbeda alur.  Aku tak tau..

Tuhan masih membiarkannya menjadi suatu rahasia yang misterius. Aku tak akan mengeluh hingga pada saatnya kemisteriusan itu menjadi suatu hal yang terungkap dengan jelas.

Hanya sepintas kalimat-kalimat yang sering terlintas.. tapi, kembali lagi aku ingat kalau segala sesuatu terjadi karena mempunyai maksudnya tersendiri.

Karena memang seharusnya masa yang telah lewat tak perlu dipaksa untuk pergi.. Bagaimanapun, ia akan tetap menjadi satu paket ikut dengan kisah yang dijalani hingga detik ini. Sekuat tenaga apapun mencoba menghapus, ia akan tetap ikut berjalan bersama bayangan dalam setiap langkah.

Bukankah ini memang caranya Tuhan untuk memberikan setiap pembelajaran lewat masa yang telah lalu?

Kalau begitu, aku akan terus mencoba menikmati setiap rasa yang masih sering terlintas pada saat-saat yang tak terduga. Karena ia selalu datang tanpa pernah aku ingini bahkan tanpa pernah ku duga.

Ia ku sebut dengan, kenangan..


vee.